Kamis, 31 Oktober 2013

Konsep pendidikan  (Islam) menurut Al-Attas
Antara studi Al-Quran dan modernisasi
Dengan berkembangnya peradaban dunia yang modern di semua aspek hal yang harus dilakukan adalah selalu mengkaji /menelaah kembali, mengkaji kembali Al-Quran dan hadis. Pengkajian yang dilakukan bermaksud mencari makna/maksud yang tepat tentang sesuatu/suatu hal dalam pandangan AL-Quran dan hadis. Dalam proses mengkaji metode yang digunakan adalah metode tafsir (teks)dan ta’wil (konteks). Tex : sebagai mana yang ada dalam teks Al-Quran/ tafsir Al-Quran. Sedangkan context :(setting, background, situation, framework, milieu,environment, perspective,circumstance) yang terdapat penjelasannya dalam Al-Quran dan hadis. Contexs disini mungkin juga mencakup asbabun-nuzul maupun asbabul wurud. Sehingga mengetahui arti /makna tentang sesuatu/ suatu hal secara tepat dan benar seperi apa yang dimaksudkan dalam Al-Quran dan hadis. Sebagaimana yang dicontohkan oleh Naquib Al-Attas(najib al-attas), tentang pencarian konsep,arti, makna, manusia dalam Al-Quran dan Hadis: (sepemahaman yang saya dapat dari kuliah yang di sampaikan oleh DR. Fauzan Zenrif MPd.)
(pemahaman pribadi)Sama halnya ketika kita melakukat Ijtihad di masa modern ini, sebagaimana kita ketahui dari zaman khulafa’ al-rasyidin sampai saat ini, banyak ulama/ ilmuan muslim yang melakukan ijtihad dengan berbagai karya ilmu fiqihnya, ilmu ushul fiqqh nya dan ilmu yng lain-lain. Ketika saat ini teknologi maupun hal-hal modern telah muncul. Artinya para ulama/ilmuwan muslim saat ini ketika mencari hukum tentang sesuatu yang baru tidak bisa mengedepankan egoisme keilmuannya tanpa mengkaji karya-karya fiqih ulama terdahulu. Karena seperti yang kita ketahui ulama terdahulu juga menguasai AlQur’an maupun Hadis. Akan tetapi juga mempetimbangkan keilmiahan modern saat ini. Hal ini dilakukan karena lebih berhati-hati dalam mencari hukum suatu masalah dalam keagamaan.  

sisi lain budaya barat. saat ini dunia barat mencari ketenangan jiwa melalui psikologi-jiwa, mereka memahami tasawauf islam sebagai psikologi. Bila di dunia islam seorang muslim bisa menjadi tenang tentram jiwa mereka dengan menjalankan tasawuf keagamaan, melalui dzikir, sholat, membaca al-Quran. Masyarakat barat lebih memahami tasawuf sebagai psikologi (jiwa) tidak heran bila masyarakat barat melakukan hal-hal seperti telanjang di suatu tempat, atau bernyanyi sambil berjoged-joged, atau minum minuman keras sambil berjoged-joged. Mereka memahami ketenangan bisa mereka dapat ketika melakukan hal seperti itu. Tapi kenyataannya apakah mereka mendapatkan rasa ketenangan jiwa? Apakah seperti apa yang di dapat oleh umat islam dalam tasawuf,?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar