Konsep pendidikan (Islam) menurut Al-Attas
Antara studi Al-Quran
dan modernisasi
Dengan berkembangnya
peradaban dunia yang modern di semua aspek hal yang harus dilakukan adalah selalu
mengkaji /menelaah kembali, mengkaji kembali Al-Quran dan hadis. Pengkajian yang
dilakukan bermaksud mencari makna/maksud yang tepat tentang sesuatu/suatu
hal dalam pandangan AL-Quran dan hadis. Dalam proses mengkaji metode yang
digunakan adalah metode tafsir (teks)dan ta’wil (konteks). Tex : sebagai mana
yang ada dalam teks Al-Quran/ tafsir Al-Quran. Sedangkan context :(setting, background,
situation, framework, milieu,environment, perspective,circumstance) yang
terdapat penjelasannya dalam Al-Quran dan hadis. Contexs disini mungkin juga
mencakup asbabun-nuzul maupun asbabul wurud. Sehingga mengetahui arti /makna
tentang sesuatu/ suatu hal secara tepat dan benar seperi apa yang dimaksudkan
dalam Al-Quran dan hadis. Sebagaimana yang dicontohkan oleh Naquib Al-Attas(najib
al-attas), tentang pencarian konsep,arti, makna, manusia dalam Al-Quran dan Hadis:
(sepemahaman yang saya dapat dari kuliah yang di sampaikan oleh DR. Fauzan
Zenrif MPd.)
(pemahaman pribadi)Sama halnya ketika kita
melakukat Ijtihad di masa modern ini, sebagaimana kita ketahui dari zaman
khulafa’ al-rasyidin sampai saat ini, banyak ulama/ ilmuan muslim yang
melakukan ijtihad dengan berbagai karya ilmu fiqihnya, ilmu ushul fiqqh nya dan
ilmu yng lain-lain. Ketika saat ini teknologi maupun hal-hal modern telah muncul.
Artinya para ulama/ilmuwan muslim saat ini ketika mencari hukum tentang sesuatu
yang baru tidak bisa mengedepankan egoisme keilmuannya tanpa mengkaji
karya-karya fiqih ulama terdahulu. Karena seperti yang kita ketahui ulama
terdahulu juga menguasai AlQur’an maupun Hadis. Akan tetapi juga
mempetimbangkan keilmiahan modern saat ini. Hal ini dilakukan karena lebih berhati-hati
dalam mencari hukum suatu masalah dalam keagamaan.
sisi lain budaya barat. saat ini dunia
barat mencari ketenangan jiwa melalui psikologi-jiwa, mereka memahami tasawauf
islam sebagai psikologi. Bila di dunia islam seorang muslim bisa menjadi tenang
tentram jiwa mereka dengan menjalankan tasawuf keagamaan, melalui dzikir,
sholat, membaca al-Quran. Masyarakat barat lebih memahami tasawuf sebagai
psikologi (jiwa) tidak heran bila masyarakat barat melakukan hal-hal seperti
telanjang di suatu tempat, atau bernyanyi sambil berjoged-joged, atau minum
minuman keras sambil berjoged-joged. Mereka memahami ketenangan bisa mereka
dapat ketika melakukan hal seperti itu. Tapi kenyataannya apakah mereka
mendapatkan rasa ketenangan jiwa? Apakah seperti apa yang di dapat oleh umat
islam dalam tasawuf,?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar